Revolusi Pelatihan Perwira dengan Teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality

Posted :

in :

by :

Industri pelayaran global bergerak cepat menuju digitalisasi dan otomasi. Perwira masa depan tidak hanya harus mahir dalam operasional fisik, tetapi juga harus menguasai teknologi imersif yang menjadi standar baru dalam pelatihan: Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Poltekpel Malahayati Aceh berada di garis depan dalam mengintegrasikan teknologi ini untuk menciptakan lingkungan pelatihan yang lebih aman, efisien, dan realistis.

AR dan VR melengkapi simulator full-mission yang sudah ada, membawa pengalaman pelatihan ke tingkat presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

1. Virtual Reality (VR) untuk Skenario Darurat

VR menciptakan lingkungan simulasi 3D yang sepenuhnya imersif, memungkinkan taruna mengalami skenario yang terlalu berbahaya atau mahal untuk dipraktikkan di dunia nyata:

  • Simulasi Kebakaran Mesin: Taruna Teknika dapat berlatih prosedur pemadaman kebakaran di Kamar Mesin virtual yang realistis, mengidentifikasi sumber api, menggunakan alat pemadam yang tepat, dan mengikuti prosedur evakuasi tanpa risiko fisik.
  • Prosedur Man Overboard (MOB): Taruna Nautika dapat berlatih manuver kapal yang kompleks dan berisiko tinggi untuk menyelamatkan orang jatuh ke laut di tengah cuaca buruk, mengasah keterampilan navigasi dan koordinasi tim secara berulang.
  • Keselamatan di Ketinggian dan Ruang Tertutup: VR memungkinkan latihan memasuki ruang terbatas (confined space) atau bekerja di tiang kapal, melatih kepatuhan terhadap prosedur K3 (Safety Protocol) sebelum taruna menginjakkan kaki di kapal sungguhan.

2. Augmented Reality (AR) untuk Pemeliharaan dan Perbaikan

AR (realitas yang diperluas) adalah teknologi yang menempatkan informasi digital ke dalam lingkungan fisik, menjadikannya alat yang sangat efektif untuk pelatihan teknis:

  • Perawatan Mesin On-the-Job: Dengan kacamata AR, teknisi taruna dapat melihat panduan perbaikan, diagram, dan data real-time (misalnya, suhu mesin, tekanan oli) yang diproyeksikan langsung di atas komponen mesin fisik. Ini mempercepat proses diagnosa kerusakan dan perbaikan yang akurat.
  • Panduan Navigasi Lapisan Data: Di anjungan (jembatan kapal), AR dapat memproyeksikan lapisan data navigasi penting (rute, peringatan bahaya, posisi kapal lain) ke jendela kapal, melatih perwira untuk menganalisis data digital sambil tetap fokus pada lingkungan fisik.

3. Keunggulan Kompetitif Lulusan

Poltekpel Malahayati Aceh menjadikan teknologi imersif sebagai standar pelatihan, menghasilkan perwira yang:

  • Adaptif: Siap bekerja dengan sistem digital dan interface modern yang semakin umum di kapal-kapal generasi baru.
  • Cepat Belajar: Mampu menguasai prosedur kompleks dalam waktu yang lebih singkat berkat lingkungan latihan yang imersif dan berulang.
  • Global: Kompetensi ini sangat dihargai oleh perusahaan pelayaran internasional yang mengutamakan inovasi dan keselamatan.

Poltekpel Malahayati Aceh tidak hanya melatih perwira untuk masa kini, tetapi mempersiapkan mereka untuk memimpin industri maritim di masa depan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *