KRI Banda Aceh-593 baru saja bersandar di Pelabuhan Padang membawa bantuan kemanusiaan senilai miliaran untuk korban banjir dahsyat di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh—aksi maritim krusial saat jalan darat lumpuh total. Akademi Maritim Aceh Darussalam (AMAD) bangga kontribusi lulusan kami sebagai perwira deck dan teknisi yang siap pimpin operasi serupa di masa depan!
Banjir Sumatra: Jalur Laut Jadi Penyelamat
Banjir bandang sejak awal Desember 2025 lumpuhkan akses darat Sumatra Barat hingga Aceh, paksa distribusi logistik via kapal seperti KRI Banda Aceh-593 yang tiba 8 Desember di Teluk Bayur. Kapal angkut ini bawa 20 ton beras, ribuan dus mi instan, susu, dan genset—total Rp34,8 miliar—jadwal lanjut ke Sibolga dan Lhokseumawe. KM L Malahayati juga gratis angkut 185 warga plus 50 ton bantuan dari Ulee Lheue Banda Aceh.
Peran Heroik Profesional Maritim
Taruna AMAD dilatih navigasi darurat, manajemen kapal, dan keselamatan pelayaran—persis skill yang butuh TNI AL saat debarkasi bantuan di tengah cuaca ekstrem. Program Nautika dan Teknika kami hasilkan alumni seperti Muhammad Rizky di PELNI, siap tangani krisis laut seperti bibit siklon tropis 93S-95S yang ancam gelombang 2,5m akhir Desember.
Kontribusi AMAD: Dari Kampus ke Lautan
Dengan 20+ sertifikasi maritim dan 20 juta jam pelatihan kapal nyata, AMAD pimpin generasi pelaut tangguh yang dukung misi negara seperti pengiriman BBM 2 juta liter via MT Kamojang ke Malahayati. Kami gratis pendaftaran taruna berprestasi—gabung sekarang untuk jadi bagian solusi bencana nasional!
Mulai Karier Maritimmu Sekarang!
Daftar program Nautika, Teknika, KPN, atau Manajemen Maritim & Logistik di AMAD—siap kerja global dengan magang industri. Hubungi kami atau kunjungi https://maritimaceh.ac.id/ untuk info pendaftaran. Bagikan artikel ini agar semangat bahari viral!

Leave a Reply