Industri pelayaran global berada di bawah tekanan regulasi ketat dari International Maritime Organization (IMO) untuk mencapai target Net-Zero Emission (NZE) pada tahun 2050. Hal ini memicu transisi besar-besaran dari bahan bakar fosil konvensional (Heavy Fuel Oil) ke Bahan Bakar Alternatif seperti LNG, Metanol, dan Hidrogen/Amonia. Permasalahan hari ini adalah: Ketersediaan Perwira Teknika yang memiliki kompetensi operasional dan perawatan mesin dual-fuel (penggunaan dua jenis bahan bakar) yang kompleks, serta pemahaman akan keselamatan penanganan bahan bakar baru.
Akademi Maritim Aceh Darussalam (AMA Darussalam) menyadari bahwa masa depan pelayaran adalah green shipping. Institusi ini berkomitmen menghasilkan Perwira Teknika yang tidak hanya mahir pada mesin konvensional, tetapi juga menguasai teknologi mesin dual-fuel dan memahami standar keselamatan dan regulasi Green Shipping terbaru, memastikan lulusan kami siap bekerja di armada kapal paling modern di dunia.
Tiga Kompetensi Kunci Lulusan Teknika AMA Darussalam dalam Transisi Energi
AMA Darussalam mengintegrasikan pelatihan teknologi dan regulasi energi terbarukan maritim ke dalam kurikulum:
1. Penguasaan Operasional Mesin Dual-Fuel (LNG/Methanol)
Mesin yang dapat menggunakan bahan bakar konvensional dan bahan bakar rendah emisi (seperti LNG) menjadi standar baru industri.
- Sistem Bahan Bakar Kritis: Taruna Teknika dilatih secara intensif mengenai desain, operasional, dan troubleshooting sistem injeksi dan suplai bahan bakar dual-fuel. Mereka harus memahami perbedaan tekanan, suhu, dan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh gas cair seperti LNG (Liquefied Natural Gas).
- Efisiensi dan Regulasi Emisi: Lulusan dibekali skill untuk memonitor dan mengoptimalkan pembakaran mesin agar memenuhi standar EEDI (Energy Efficiency Design Index) dan EEXI (Energy Efficiency Existing Ship Index) yang ditetapkan IMO.
2. Standar Keselamatan dan Penanganan Bahan Bakar Nol Emisi
Bahan bakar seperti Amonia dan Hidrogen memerlukan protokol keselamatan yang sangat ketat karena sifatnya yang beracun atau mudah terbakar.
- Protokol Bahan Bakar Berbahaya: Mahasiswa diajarkan standar IGF Code (International Code of Safety for Ships using Gases or other Low-flashpoint Fuels) yang mengatur penanganan bahan bakar gas dan low-flashpoint.
- Sistem Ventilasi dan Deteksi Kebocoran: Lulusan memahami cara kerja sistem ventilasi khusus, sensor deteksi gas, dan prosedur darurat untuk mencegah kebocoran atau ledakan yang terkait dengan Amonia (beracun) atau Hidrogen (sangat mudah terbakar).
3. Digital Monitoring dan Predictive Maintenance
Transisi energi memerlukan pemeliharaan berbasis data.
- Sistem Pemantauan Cerdas: Perwira dilatih menggunakan sistem pemantauan digital (sensor IoT) untuk memprediksi kegagalan komponen mesin sebelum terjadi (Predictive Maintenance), sangat penting untuk menjaga keandalan mesin yang kompleks.
- Manajemen Energi Kapal (SEEMP): Mampu menyusun dan melaksanakan Ship Energy Efficiency Management Plan (SEEMP), memastikan seluruh operasional kapal dilakukan dengan efisiensi energi tertinggi.
Penutup: AMA Darussalam, Perwira Teknika yang Memimpin Revolusi Hijau
Memilih AMA Darussalam berarti memilih karir yang berada di garis depan inovasi teknologi maritim. Lulusan kami siap menjadi Perwira Teknika High-Value yang memiliki kompetensi unik dalam sistem mesin modern dan bahan bakar ramah lingkungan, menjamin kapal-kapal masa depan berlayar dengan aman dan bertanggung jawab terhadap planet.

Leave a Reply