Mencetak Perwira Teknika Ahli Sistem Bahan Bakar Alternatif (LNG & Metanol)

Posted :

in :

by :

Industri pelayaran global berada di bawah tekanan besar untuk mencapai target dekarbonisasi yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO). Ini berarti kapal-kapal niaga harus beralih dari bahan bakar fosil konvensional (MFO/LSFO) ke Bahan Bakar Hijau (Green Fuels) seperti LNG (Liquefied Natural Gas) dan Metanol. Permasalahan hari ini adalah: Kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar alternatif ini memerlukan sistem mesin, penyimpanan, dan keselamatan yang sangat berbeda dan lebih kompleks. Ada kekurangan signifikan Perwira Teknika yang memiliki keahlian operasional dan penanganan risiko yang memadai untuk mesin berbasis LNG atau Metanol.

Akademi Maritim Aceh Darussalam (AMA Darussalam) menyadari bahwa transisi energi ini membuka peluang besar bagi lulusan. Kami berkomitmen menghasilkan Perwira Teknika yang memiliki keahlian khusus dalam Operasi Mesin Dual-Fuel dan penanganan kriogenik (untuk LNG) serta aspek keselamatan low-flashpoint fuels (untuk Metanol). Lulusan kami siap menjadi agen perubahan, mengemudikan kapal niaga global menuju masa depan nol emisi.


Tiga Kompetensi Kunci Lulusan AMA Darussalam dalam Energi Maritim Hijau

AMA Darussalam mengintegrasikan ilmu mesin konvensional dengan teknologi propulsi berkelanjutan:

1. Operasi dan Perawatan Sistem Mesin Dual-Fuel (LNG)

LNG adalah Green Fuel terdepan saat ini, tetapi sistemnya kompleks.

  • Penanganan Bahan Bakar Kriogenik: Taruna Teknika dilatih secara intensif mengenai karakteristik LNG sebagai cairan kriogenik (-162°C), termasuk prosedur bongkar muat, penyimpanan tangki bertekanan tinggi, dan manajemen Boil-Off Gas (BOG) di kapal.
  • Sistem Propulsi Dual-Fuel: Mampu mengoperasikan dan memelihara Mesin Dual-Fuel yang memungkinkan kapal beralih mulus antara LNG dan bahan bakar cair konvensional, serta memahami sistem injeksi gas bertekanan tinggi yang diperlukan.

2. Keselamatan dan Penanganan Low-Flashpoint Fuels (Metanol)

Metanol memerlukan protokol keselamatan yang ketat.

  • Penanganan Risiko Toksisitas: Lulusan dibekali pengetahuan mendalam tentang sifat dan risiko Metanol (sebagai bahan bakar yang mudah terbakar dengan titik nyala rendah dan beracun), serta protokol keselamatan dan prosedur darurat yang harus diikuti (misalnya, sistem ventilasi dan deteksi kebocoran khusus).
  • Kepatuhan Regulasi IMO: Memahami kode dan regulasi internasional yang berlaku untuk kapal yang menggunakan gas dan bahan bakar low-flashpoint (seperti IGF Code), memastikan kapal mematuhi standar keselamatan global.

3. Monitoring Kinerja Energi dan Optimalisasi Efisiensi

Perwira modern harus menjadi manajer energi.

  • Sistem Manajemen Kinerja Energi (SEEMP): Mampu menggunakan perangkat lunak SEEMP (Ship Energy Efficiency Management Plan) untuk memonitor konsumsi bahan bakar, mengukur emisi, dan merekomendasikan penyesuaian operasional kapal (misalnya trim optimization atau slow steaming) untuk mencapai efisiensi energi tertinggi.
  • Audit dan Pelaporan Emisi: Lulusan memahami prosedur audit dan pelaporan emisi gas rumah kaca sesuai standar IMO DCS (Data Collection System) dan regulasi regional yang semakin ketat.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *