Kapal dan pelabuhan modern telah berevolusi menjadi sistem yang sangat terdigitalisasi. Dari navigasi otomatis (ECDIS), sistem kontrol mesin, hingga manajemen logistik di pelabuhan pintar (Smart Ports), semuanya dikendalikan oleh jaringan komputer. Permasalahan hari ini adalah: Ketergantungan tinggi pada teknologi ini membuat sektor maritim rentan terhadap Cyber Attack (Serangan Siber). Serangan siber dapat melumpuhkan sistem navigasi, memanipulasi data kargo, bahkan menyebabkan tabrakan atau kandas, mengancam rantai pasok global dan keamanan regional.
Akademi Maritim Aceh Darussalam (AMA Darussalam) menyadari bahwa keamanan pelayaran masa depan terletak pada Maritime Cyber Security. Institusi ini berkomitmen menghasilkan Perwira Pelayaran yang tidak hanya menguasai keterampilan laut tradisional, tetapi juga memiliki Literasi Siber dan Kompetensi Cyber Defense Maritim untuk melindungi aset digital kapal dan mendukung operasional pelabuhan yang aman di kawasan Aceh dan Selat Malaka.
Tiga Kompetensi Kunci Lulusan AMA Darussalam dalam Cyber Security Maritim
AMA Darussalam mengintegrasikan pelatihan risiko siber dan protokol keamanan ke dalam kurikulum Nautika dan Teknika:
1. Perlindungan Sistem Navigasi dan Komunikasi Kapal
Perwira di anjungan harus menjadi firewall pertama kapal terhadap serangan siber.
- Pengamanan ECDIS dan GPS: Taruna Nautika dilatih dalam protokol pengamanan sistem navigasi elektronik (ECDIS), termasuk cara mendeteksi dan mencegah spoofing GPS (pemalsuan lokasi) atau jamming (gangguan sinyal) yang dapat menyebabkan kesalahan navigasi fatal.
- Protokol Security Patch: Mampu mengelola dan memperbarui software kapal secara aman dan teratur untuk menutup celah kerentanan siber, sesuai dengan pedoman IMO Cyber Risk Management.
2. Keamanan Jaringan Mesin dan Logistik Pelabuhan
Perwira Teknika dan Manajemen Logistik harus mengamankan jaringan internal kapal dan pelabuhan.
- Sistem Kontrol Mesin Terisolasi: Perwira Teknika dilatih memahami cara kerja Sistem Kontrol Industri (ICS) kapal dan pentingnya mengisolasi jaringan ini dari jaringan komunikasi umum untuk mencegah hacking yang dapat mematikan mesin.
- Integritas Data Kargo: Lulusan dibekali pemahaman tentang pentingnya integritas data logistik dan bill of lading, serta cara melindungi data dari manipulasi siber yang bertujuan untuk penyelundupan atau kecurangan.
3. Respons Insiden dan Audit Keamanan Siber
Kemampuan merespons serangan adalah keterampilan wajib di masa kini.
- Prosedur Incident Response: Mahasiswa dilatih menyusun dan mempraktikkan Rencana Respons Insiden Siber (CSIRP), termasuk prosedur backup data kritis, pemulihan sistem, dan pelaporan yang tepat kepada otoritas terkait.
- Audit dan Kepatuhan IMO: Lulusan memahami persyaratan Maritime Cyber Risk Management yang diwajibkan oleh IMO dan mampu melakukan audit keamanan siber internal kapal untuk memastikan kepatuhan regulasi.
Memilih AMA Darussalam berarti memilih karir yang menuntut kecakapan teknis dan keamanan digital yang tinggi. Lulusan kami siap menjadi perwira yang menjamin bahwa kapal dan pelabuhan di perairan regional aman dari ancaman di dunia nyata maupun dunia maya, memastikan kelancaran rantai pasok global.

Leave a Reply