Peran Krusial Perwira AMA Darussalam dalam Mengatasi Ancaman Microplastic dan Mengimplementasikan Green Shipping

Posted :

in :

by :

Lautan dunia, termasuk perairan Aceh yang kaya akan keanekaragaman hayati, kini menghadapi krisis lingkungan yang tak terlihat: polusi microplastic. Partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter ini berasal dari berbagai sumber, termasuk sampah kapal dan limbah industri. Ancaman ini tidak hanya merusak ekosistem laut dan mengancam biota, tetapi juga memasuki rantai makanan manusia. Permasalahan hari ini menuntut industri pelayaran untuk bertransformasi total.

Akademi Maritim Aceh Darussalam (AMA Darussalam) menyadari bahwa pelaut modern harus menjadi Penjaga Lingkungan (Environmental Stewards). Institusi ini berkomitmen menghasilkan Perwira Pelayaran yang tidak hanya mahir navigasi dan permesinan, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan tinggi dan kompetensi untuk mengimplementasikan Regulasi Maritim Hijau (Green Shipping) yang ketat, sesuai dengan standar International Maritime Organization (IMO).


Tiga Kompetensi Lingkungan Lulusan AMA Darussalam

AMA Darussalam mengintegrasikan edukasi konservasi dan kepatuhan regulasi lingkungan ke dalam setiap disiplin ilmu:

1. Manajemen Limbah Kapal Sesuai Regulasi MARPOL

Perwira di atas kapal memiliki tanggung jawab langsung untuk memastikan limbah (termasuk plastik dan minyak) ditangani sesuai hukum internasional.

  • Kepatuhan MARPOL Annex V: Taruna Nautika dilatih secara mendalam mengenai Konvensi MARPOL, khususnya Annex V yang mengatur tentang pencegahan polusi sampah dari kapal. Ini termasuk prosedur pemilahan, penyimpanan, dan pembuangan limbah plastik yang ketat.
  • Pencatatan Garbage Record Book: Lulusan dibekali skill untuk mengelola dan mencatat Garbage Record Book secara akurat, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen sampah di kapal.

2. Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi Kapal

Prinsip Green Shipping menuntut kapal beroperasi seefisien mungkin untuk mengurangi jejak karbon dan polutan lainnya.

  • Teknisi Ramah Lingkungan: Perwira Teknika dilatih menguasai sistem mesin hemat energi dan prosedur operasional untuk mengurangi konsumsi bahan bakar (fuel efficiency). Ini mencakup pemahaman tentang penggunaan low-sulphur fuel dan teknologi penangkap emisi terbaru.
  • Manajemen Air Balas (Ballast Water): Memahami dan mengimplementasikan Konvensi Ballast Water Management untuk mencegah transfer spesies invasif yang merusak ekosistem laut lokal.

3. Pemantauan dan Konservasi Ekosistem Laut

Di wilayah pesisir seperti Aceh, pelaut juga berperan sebagai mata dan telinga untuk konservasi.

  • Kesadaran Ekosistem: Lulusan dibekali pengetahuan tentang ekosistem laut sensitif (seperti terumbu karang dan habitat penyu), mengajarkan mereka pentingnya menghindari penjangkaran di area terlarang atau merespons cepat terhadap tumpahan minyak.
  • Edukasi Kru: Perwira harus mampu memimpin dan mengedukasi seluruh kru kapal tentang pentingnya menjaga lingkungan, memastikan seluruh kapal beroperasi dengan budaya “Zero Plastic to the Sea”.

Penutup: AMA Darussalam, Menghasilkan Pelaut yang Peduli Bumi

Memilih AMA Darussalam berarti memilih karir yang tidak hanya berorientasi pada pelayaran komersial, tetapi juga berkomitmen terhadap kelestarian Bumi. Lulusan kami siap menjadi komandan yang menerapkan teknologi dan regulasi Green Shipping, memastikan Samudra tetap sehat untuk generasi mendatang.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *