Panduan Praktis Cara Menggunakan Alat Pemadam Api di Kapal

Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama bagi siapa saja yang beraktivitas di atas kapal, baik awak buah kapal maupun taruna yang sedang menempuh pendidikan di dunia maritim. Salah satu bahaya terbesar yang dapat mengancam keselamatan di tengah laut adalah kebakaran. Ketika situasi darurat ini terjadi, respons cepat dan pemahaman yang tepat mengenai cara menggunakan alat pemadam api di kapal menjadi penentu antara keselamatan atau bencana yang lebih besar.

Di lingkungan maritim, penanganan kebakaran memiliki tantangan tersendiri dibandingkan di darat. Ruang gerak yang terbatas, pasokan oksigen yang spesifik, serta keberadaan bahan-bahan mudah terbakar menuntut setiap pelaut untuk memiliki kompetensi pemadaman api dasar. Artikel ini akan membahas langkah-langkah esensial dan pemahaman mendalam mengenai penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di atas kapal.

Memahami Klasifikasi Kebakaran di Lingkungan Kapal

Sebelum mengoperasikan alat pemadam, penting untuk mengenali jenis kebakaran yang dihadapi. Di atas kapal, kebakaran umumnya diklasifikasikan ke dalam beberapa golongan:

  • Kelas A: Kebakaran yang melibatkan bahan padat biasa seperti kayu, kertas, kain, dan plastik.
  • Kelas B: Kebakaran yang disebabkan oleh cairan mudah terbakar seperti bahan bakar minyak, pelumas, cat, dan pelarut.
  • Kelas C: Kebakaran yang melibatkan peralatan kelistrikan bertegangan.
  • Kelas D: Kebakaran yang melibatkan logam-logam tertentu yang mudah terbakar.

Memahami kelas kebakaran ini sangat krusial karena penggunaan media pemadam yang salah justru dapat memperburuk keadaan, misalnya menyiram kebakaran minyak dengan air.

Jenis Alat Pemadam Api yang Umum di Kapal

Kapal dilengkapi dengan berbagai jenis alat keselamatan, di mana alat pemadam api memegang peran garda terdepan. Untuk mengetahui kelengkapan standar lainnya, Anda dapat membaca informasi mengenai jenis alat keselamatan yang wajib ada di kapal untuk pelayaran aman.

Beberapa jenis media pemadam yang sering ditemukan di atas kapal meliputi:

  • Air (Water): Efektif untuk kebakaran kelas A, namun sangat berbahaya jika digunakan pada kebakaran kelas C (listrik).
  • Busa (Foam): Sangat baik untuk memadamkan kebakaran cairan mudah terbakar (kelas B) dengan cara menutup permukaan cairan agar oksigen tidak masuk.
  • Bubuk Kering (Dry Powder): Bersifat serbaguna dan dapat digunakan untuk kebakaran kelas A, B, dan C.
  • Karbon Dioksida (CO2): Menjadi pilihan utama untuk kebakaran di ruang mesin atau ruang panel listrik karena tidak meninggalkan residu yang dapat merusak peralatan elektronik sensitif.

Langkah-Langkah Menggunakan Alat Pemadam Api di Kapal

Ketika api mulai muncul di atas kapal, setiap detik sangat berharga. Prosedur standar internasional untuk mengoperasikan alat pemadam api ringan (APAR) dikenal dengan metode PASS. Berikut adalah penjabarannya:

1. PULL (Tarik Pin Pengaman)

Langkah pertama adalah menarik pin pengaman yang biasanya terletak di bagian atas handle alat pemadam. Pin ini berfungsi sebagai pengunci agar tuas tidak tertekan secara tidak sengaja selama penyimpanan.

2. AIM (Arahkan ke Sumber Api)

Pegang selang atau corong alat pemadam dengan kuat, lalu arahkan bagian ujungnya langsung ke sumber api, bukan ke lidah api atau bagian atas api. Posisi berdiri harus memperhitungkan arah angin atau aliran udara di dalam ruangan kapal.

3. SQUEEZE (Tekan Tuas)

Tekan tuas pegangan secara bersamaan dengan handle bagian bawah untuk melepaskan media pemadam. Lakukan secara perlahan pada awalnya untuk memastikan aliran keluar dengan stabil.

4. SWEEP (Sapukan dari Sisi ke Sisi)

Gerakkan ujung selang atau corong secara menyapu dari satu sisi ke sisi lainnya secara merata menutupi area yang terbakar hingga api benar-benar padam dan tidak ada potensi menyala kembali.

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Pemadaman

Menggunakan alat pemadam api di kapal memerlukan ketenangan dan perhitungan matang. Berikut adalah beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh awak kapal:

  • Pastikan Ada Jalur Evakuasi: Jangan pernah memposisikan diri Anda terpojok oleh api. Selalu pastikan jalur mundur atau jalan keluar tetap aman dan tidak terhalang.
  • Perhatikan Asap Beracun: Di ruang tertutup kapal, asap tebal dapat sangat berbahaya. Gunakan alat pelindung diri yang memadai jika diperlukan. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang panduan praktis cara menggunakan alat pelindung diri di kapal agar terlindung dari risiko bahaya kerja.
  • Ketahuilah Kapan Harus Menyerah: Jika api terlalu besar, menyebar dengan cepat, atau alat pemadam pertama tidak mampu mengatasi situasi tersebut, segera hentikan upaya pemadaman mandiri, bunyikan alarm bahaya, dan mulailah prosedur evakuasi kapal.

Untuk memahami langkah lanjutan ketika situasi tidak terkendali, Anda dapat merujuk pada panduan mengenai apa yang dilakukan saat terjadi kebakaran di kapal: panduan keselamatan.

Kesimpulan

Kecakapan dalam menggunakan alat pemadam api di kapal bukanlah sekadar formalitas, melainkan keterampilan vital bagi seluruh pelaut dan insan maritim. Pelatihan rutin, simulasi pemadam kebakaran, serta pemahaman terhadap karakteristik alat pemadam akan meminimalkan kepanikan saat darurat terjadi di laut. Dengan kesiapan yang matang, risiko kecelakaan kerja dan kerugian akibat kebakaran di atas kapal dapat ditekan secara signifikan demi terciptanya pelayaran yang aman dan terkendali.

Featured image: Anna Shvets / Pexels

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *