Indonesia menghadapi krisis kekurangan pelaut berkualitas di tengah tuntutan global yang memproyeksikan defisit hingga 90.000 perwira pelaut pada 2026. Masalah ini memperburuk tantangan maritim nasional seperti IUU fishing, sengketa Natuna, dan biaya kapal tinggi akibat impor komponen. Akademi Maritim Aceh Darussalam (AMAD) muncul sebagai solusi strategis melalui pendidikan vokasi praktis.
Tantangan Utama Sektor Maritim Saat Ini
Kekurangan SDM maritim mencapai ribuan perwira dan rating, menghambat operasi kapal nasional dan internasional meski Indonesia punya 1,3 juta pelaut WNI. Gejolak geopolitik seperti intrusi China di Natuna Utara dan perompakan di Selat Malaka menambah kerawanan, dengan 50 insiden perampokan tercatat sejak awal 2025. Industri pelayaran juga terhambat pajak impor dan kurangnya galangan kapal kompetitif, membuat harga kapal 30% lebih mahal.
Peran AMAD dalam Mengatasi Krisis
AMAD menawarkan program Nautika, Teknika, KPN, dan Manajemen Maritim dengan 110 kredits, pelatihan 3 bulan dasar pelayaran, serta magang industri. Fasilitas kapal latihan dan digital mempersiapkan taruna menghadapi teknologi terkini, dengan 49.545+ alumni sukses di pelayaran nasional-internasional. Gratis pendaftaran bagi berprestasi mempercepat produksi pelaut berkualitas.
Solusi Masa Depan: Kolaborasi Pendidikan-Industri
Pemerintah dorong RUU Keamanan Laut dan penguatan Bakamla, tapi butuh SDM unggul dari sekolah vokasi seperti AMAD. Kolaborasi dengan 100+ mitra industri AMAD pastikan lulusan siap kerja, atasi kesenjangan kurikulum vs teknologi AI-logistik. Mulai perjalanan maritim di AMAD untuk kontribusi nyata bagi kedaulatan laut Indonesia.

Leave a Reply