Banjir dan longsor Sumatra 2025 akibat Siklon Senyar lumpuhkan Aceh, Sumut, Sumbar—1.053 tewas, 146 ribu rumah hancur, 831 ribu mengungsi, logistik darat putus total. Akademi Maritim Aceh Darussalam (AMAD) jadi penyelamat dengan lulusan Nautika dan Teknika yang kuasai kapal bantuan seperti KM Kelud PELNI yang angkut 15 kontainer logistik vital.
Jalur Laut AMAD Redam Krisis: 20 Juta Jam Pelatihan Jadi Senjata
Jalur darat Tarutung-Sibolga mati, bantuan terjebak—AMAD latih taruna KPN dan Manajemen Maritim bangun pelabuhan darurat Lhokseumawe sebagai simpul distribusi beras, obat, evakuasi. Lulusan Nautika navigasi kapal di cuaca ekstrem, evakuasi 7 ribu luka-luka via speedboat pintar, sambil Teknika perbaiki mesin darurat untuk listrik pengungsi.
Tantangan Maritim Global: AMAD Ciptakan Pelaut Anti-Resesi 2025
Pelayaran nasional hadapi pajak impor kapal 30% lebih tinggi, kurang SDM kompeten, illegal fishing—AMAD jawab dengan 49K alumni bersertifikat IMO yang kuasai logistik ekspor-impor anti-krisis. Program 3 bulan pelatihan dasar plus magang industri siapkan taruna saingi global, dorong Indonesia Maritime Policy via kluster logistik bencana.
Testimoni Rizky: Dari Taruna AMAD ke Perwira PELNI Penyelamat
“Pelatihan AMAD bentuk disiplin laut—sekarang saya pimpin kapal bantuan banjir Sumatra, antar logistik saat darat lumpuh,” cerita Muhammad Rizky, alumni Nautika 2019 di PELNI. Dengan 100K taruna aktif dan 100+ mitra pelayaran, AMAD bukan sekolah—tapi pabrik pahlawan maritim yang ubah bencana jadi peluang karier global.
Daftar Sekarang: Jadi Pelaut AMAD, Selamatkan Indonesia dari Laut
Gratis pendaftaran berprestasi, mulai perjalananmu di AMAD Aceh—fasilitas kapal nyata tunggu taruna tangguh. Bergabunglah, rasakan 20 juta jam pelatihan yang lahirkan profesional maritim siap lautan krisis 2025. Aceh bangkit via pelautmu—mulai hari ini!

Leave a Reply