ndonesia kekurangan 7.000 SDM maritim berkualitas, dengan defisit global perwira pelaut hingga 90 ribu pada 2026, sementara sektor pelayaran tumbuh 10,19% kontribusi PDB Q3 2025. Kurikulum vokasi maritim nasional tertinggal teknologi digital dan AI, picu stagnasi ekspor tenaga kerja laut. Akademi Maritim Aceh Darussalam (AMAD) jawab krisis ini lewat pelatihan praktik Nautika, Teknika, KPN, dan Manajemen Maritim siap industri global.
Defisit SDM Maritim Ancaman Ekonomi
Sektor pelayaran serap 6,3 juta tenaga kerja tapi kekurangan nakhoda dan teknisi, dengan proses 3,5 tahun perwira belum link-match kebutuhan kapal modern. Indonesia potensi USD 1,4 triliun dari 11 sektor maritim, tapi tata kelola lemah dan minim simulator tinggalkan peluang ekspor pelaut. Di Aceh, pemuda lokal rentan pengangguran tanpa skill navigasi digital dan logistik laut.
Program Unggulan AMAD Siap Kerja
AMAD integrasikan teori, kapal latihan, dan magang 3 bulan dasar pelayaran untuk cetak 49.545+ lulusan berkarier nasional-internasional. Fasilitas pelatihan laut dan digital kuasai navigasi AI, perawatan mesin, manajeman pelabuhan—gratis daftar berprestasi.
Testimoni Alumni Sukses
Muhammad Rizky (Nautika 2019) kini perwira deck PT PELNI, puji disiplin dan praktik AMAD bentuk pelaut tangguh. Mulai perjalananmu di AMAD—kontak sekarang untuk jadi pelaut Aceh Darussalam kuasai samudra 2025

Leave a Reply