Indonesia Maritime Week 2025 menjadi salah satu ajang maritim terbesar dan paling ramai dibicarakan, karena mempertemukan pelaku pelayaran, logistik laut, teknologi pelabuhan, dan lembaga pendidikan maritim dalam satu forum berskala global. Tema konektivitas, keberlanjutan, dan digitalisasi menjadikan acara ini etalase bagaimana masa depan industri maritim akan banyak ditopang oleh teknologi, energi hijau, dan SDM pelaut yang berkompetensi internasional.
Di media sosial, berbagai perusahaan pelayaran dan kampus maritim memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan peran mereka dalam transformasi maritim nasional, mulai dari inovasi kapal ramah lingkungan hingga peningkatan kualitas taruna dan pelaut muda. Bagi taruna, tren ini menegaskan bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup; dibutuhkan kemampuan komunikasi global, adaptasi teknologi, dan pemahaman konsep ekonomi biru agar dapat bersaing di level internasional.
Laut yang Kian Tercemar Plastik
Di sisi lain, isu pencemaran laut kembali viral pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2025, dengan sorotan bahwa jutaan ton plastik setiap tahun masuk ke laut dan mengancam ekosistem pesisir, terumbu karang, dan biota laut. Studi dan laporan lingkungan menunjukkan tingginya tingkat sampah plastik di berbagai perairan Indonesia, yang berdampak pada kesehatan ikan, pariwisata bahari, hingga keselamatan pelayaran akibat gangguan di jalur kapal kecil.
Fenomena ini menempatkan sektor maritim dalam dilema: di satu sisi menjadi tulang punggung logistik dan perdagangan, di sisi lain harus bertransformasi menuju praktik pelayaran dan pelabuhan yang lebih hijau dan bertanggung jawab. Taruna dan pelaut masa depan dituntut tidak hanya mahir navigasi dan mesin, tetapi juga memahami regulasi lingkungan laut, pengelolaan limbah kapal, dan peran mereka dalam menjaga keberlanjutan samudra.
Ruang Peran Akademi Maritim Aceh Darussalam
Dengan kekuatan pada pembelajaran maritim berbasis praktik, kapal latihan, dan kemitraan industri pelayaran, Akademi Maritim Aceh Darussalam sangat relevan untuk mengangkat tema transformasi maritim hijau dan ekonomi biru dalam artikel kampus. Program Nautika, Teknika, KPN, dan Manajemen Maritim & Logistik dapat ditonjolkan sebagai jalur untuk melahirkan perwira deck, insinyur kapal, dan manajer pelabuhan yang paham teknologi sekaligus peduli kelestarian laut.

Leave a Reply